Postingan

Sisi lain dari kopi

Selepas senja meninggalkan siang. Malam menyambut dengan penuh kelelahan. 'Hari ini aku sudah bekerja keras' kata (sebut saja) Dinar. Melepas lelah dengan secangkir kopi adalah hal yang selalu dilakukan. Tanpa menunggu lama Dinar melangkah kecil kedapur, mencari si bubuk hitam. 'Aagh, habis ternyata' . Dinar memutuskan untuk mengajak beberapa temannya, pergi ke sebuah warkop yang berada di tepi pantai. Sesampainya, duduklah mereka dengan manis dan santai. Seorang pelayan mendatangi mereka dengan secarik kertas. 'Tolong kopinya 4 ya.. sama pisang goreng dua puluh ribu' . (Bukan nama asli) Jaka, sang pelayan berkata 'maaf mbak, harga pisang goreng perporsinya lima puluh ribu' sontak keempat orang melongo penuh arti. 'Ya sudah, satu porsi saja'. Jaka segera memenuhi keinginan pelanggan warkopnya. 'Kopi empat dan pisang goreng satu porsi' si Jaka kembali dengan senyuman khas pelayan. Dinar menyambut 'Trimakasih mas' Tak a...

Wanita terhormat tidak akan menjadi Pelakor? |esai

"WANITA TERHORMAT TIDAK AKAN MENJADI PELAKOR" Kenapa perempuan selalu dijadikan objek untuk disalahkan? Sebenarnya ada banyak hal yang harus diperbaiki dari pandangan yang subjektif seperti ini. Entah menjadi "pelakor (perebut laki orang)" atau "kalkulator (kelakuan laki" kotor)" tidak dapat disalahkan satu sedang membenarkan yang satunya lagi. Dalam setiap relasi hidup kita, selalu ada hubungan sebab akibat. Sebagai perempuan, tidak sepatutnya saling menyalahkan begitupun menyalahkan laki-laki. Karena kita tidak tahu dengan pasti siapa yang mencari siapa. Namun satu-satunya hal yang dapat dipastikan ialah sang pelakor dan kalkulator saling mengingini satu sama lain. Kalaupun berbicara mengenai perasaan, seseorang akan merasa cukup memiliki satu pasangan jika dia tahu bahwa pasangannya itu berharga. Ayo kita berfikir kembali, ketika berada pada posisi diselingkuhi berarti cobalah untuk bertanya pada diri sendiri. Mengapa? Mengapa saya di...
Selebaran untuk Pertiwi Pertiwi, maafkan aku atas segala hal yang sudah terlewati. Maafkanlah pengkhianatanku dimasa lampau. Kamu masih menjadi anjunganku, kamu dambaanku, kamu harapanku. Siapa yang salah peritiwi? Apakah aku terlalu bernoda dan penuh celah? Tidak pertiwi, aku datang mengadu karena aku tidak sama sepertimu. Kau indah, elok nan rupawan. Kau sanjungan dewa/i sedang aku diibaratkan rusa liar di dalam jeruji. Kamu saksi hidupku. Tidak ada yang tahu bagaimana hidupku apalagi menyembunyikan raga serta rasa yang semakin terhimpit. Tapi aku berdiri tepat di atasmu dan menangis kesakitan hari itu, dimana aku diusir dari tanahku. Menjauh darimu Pertiwi. Setelah kekasihmu menjadikanku selirnya, mengisap habis darahku, kini tempat sampahlah rumahku. Bagaimana mungkin kamu menjawab. Kamu saksi bisu yang bisa mendengar dan melihat dengan jelas semua peristiwa jahanam ini. Hmm.. Bagaimana kabar kekasihmu itu? Nampaknya dia semakin berjaya diatasmu. Sudah bisak...

Extensive reading assignment. Hansel and Grethel

EXTENSIVE READING ASSIGNMENT (SUMMARY OF HANSEL AND GRETHEL STORY) BY: NAME: CHRISTINE SARASWATI LAATREHE CLASS/TERM: B/IV ID: 15130072 ARTHA WACANA CHRISTIAN UNIVERSITY ENGLISH STUDY PROGRAM TEACHER TRAINING AND EDUCATION FACULTY KUPANG 2017 Hansel and Grethel Once upon a time, in a forest, there lived two children. The boy was called Hansel and the girl Grethel. They have a father as a woodcutter and their stepmother. They were always verry poor. One time they were hit by a famine and they could not produce their daily bread. One night, their father told to his wife about their situation which they did not have enough feed to themself  and his wife said that they must bring Hansel and Grethel into the forest and leaved them. But her husband said that he could not do that to his children and wild animal could eat them. His wife kept on her mind, she give no peace until he aggred. On that time, Hansel and Grethel not go to sleep because they were hunger so they heared t...