- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Selebaran untuk Pertiwi
Pertiwi, maafkan aku atas segala hal yang sudah terlewati.
Maafkanlah pengkhianatanku dimasa lampau.
Kamu masih menjadi anjunganku,
kamu dambaanku, kamu harapanku.
Siapa yang salah peritiwi?
Apakah aku terlalu bernoda dan penuh celah?
Tidak pertiwi, aku datang mengadu karena aku tidak sama sepertimu.
Kau indah, elok nan rupawan. Kau sanjungan dewa/i sedang aku diibaratkan rusa liar di dalam jeruji. Kamu saksi hidupku. Tidak ada yang tahu bagaimana hidupku apalagi menyembunyikan raga serta rasa yang semakin terhimpit. Tapi aku berdiri tepat di atasmu dan menangis kesakitan hari itu, dimana aku diusir dari tanahku. Menjauh darimu Pertiwi. Setelah kekasihmu menjadikanku selirnya, mengisap habis darahku, kini tempat sampahlah rumahku.
Bagaimana mungkin kamu menjawab.
Kamu saksi bisu yang bisa mendengar dan melihat dengan jelas semua peristiwa jahanam ini.
Hmm.. Bagaimana kabar kekasihmu itu?
Nampaknya dia semakin berjaya diatasmu.
Sudah bisakah dia berdiri sendiri tanpa aku?
Sejauh apa dia memandangku?
Sedang bagaimana refleksi dirinya?
Argh!! Aku benci ini, selalu saja pikiran itu menghantuiku. Merangsang nadiku untuk terus mencari jawaban atas pertanyaan konyol itu.
Ya aku busuk meski tidak sebusuk kekasihmu. Penyesalan bukanlah hal besar bagiku tetapi kekecewaanku terhadap kekasihmu membuat mata batinku buta.
Maafkanlah aku bila akan ada ancaman-ancaman tidak terduga lainnya.
L.Christ 2019
Pertiwi, maafkan aku atas segala hal yang sudah terlewati.
Maafkanlah pengkhianatanku dimasa lampau.
Kamu masih menjadi anjunganku,
kamu dambaanku, kamu harapanku.
Siapa yang salah peritiwi?
Apakah aku terlalu bernoda dan penuh celah?
Tidak pertiwi, aku datang mengadu karena aku tidak sama sepertimu.
Kau indah, elok nan rupawan. Kau sanjungan dewa/i sedang aku diibaratkan rusa liar di dalam jeruji. Kamu saksi hidupku. Tidak ada yang tahu bagaimana hidupku apalagi menyembunyikan raga serta rasa yang semakin terhimpit. Tapi aku berdiri tepat di atasmu dan menangis kesakitan hari itu, dimana aku diusir dari tanahku. Menjauh darimu Pertiwi. Setelah kekasihmu menjadikanku selirnya, mengisap habis darahku, kini tempat sampahlah rumahku.
Bagaimana mungkin kamu menjawab.
Kamu saksi bisu yang bisa mendengar dan melihat dengan jelas semua peristiwa jahanam ini.
Hmm.. Bagaimana kabar kekasihmu itu?
Nampaknya dia semakin berjaya diatasmu.
Sudah bisakah dia berdiri sendiri tanpa aku?
Sejauh apa dia memandangku?
Sedang bagaimana refleksi dirinya?
Argh!! Aku benci ini, selalu saja pikiran itu menghantuiku. Merangsang nadiku untuk terus mencari jawaban atas pertanyaan konyol itu.
Ya aku busuk meski tidak sebusuk kekasihmu. Penyesalan bukanlah hal besar bagiku tetapi kekecewaanku terhadap kekasihmu membuat mata batinku buta.
Maafkanlah aku bila akan ada ancaman-ancaman tidak terduga lainnya.
L.Christ 2019
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar